Indonesia dikenal sebagai negeri yang dianugerahi banyak gunung berapi aktif dan nonaktif yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Di balik megahnya gunung-gunung tersebut, ada sosok-sosok yang tak banyak dikenal publik, namun memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian dan keamanan kawasan pegunungan. Mereka adalah para penjaga gunung—baik dalam arti formal sebagai petugas taman nasional atau pendaki sukarela, maupun secara adat seperti juru kunci dan tokoh spiritual. Kehadiran mereka menjadi simbol kecintaan terhadap alam dan penghormatan terhadap budaya lokal.

1. Mbah Maridjan – Gunung Merapi, Yogyakarta

Sosok paling ikonik sebagai penjaga gunung di Indonesia adalah Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Ia dikenal luas oleh masyarakat karena dedikasinya menjaga tradisi dan nilai spiritual Jawa dalam kaitannya dengan Gunung Merapi. Tugasnya bukan hanya menjaga secara fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia dan alam melalui ritual adat dan doa. Tragisnya, Mbah Maridjan meninggal dalam erupsi besar Merapi tahun 2010, tetap berada di rumahnya demi tugas yang ia emban. Namanya kini abadi sebagai simbol pengabdian dan kesetiaan.

2. Juru Pelihara Gunung Lawu – Karanganyar dan Magetan

Gunung Lawu dikenal sebagai gunung yang sarat akan nilai spiritual dan sejarah. Di sekitar lereng Lawu, terutama di Candi Cetho dan Cemoro Sewu, masih ada para juru kunci atau juru pelihara yang menjalankan ritual adat dan menjaga kawasan sakral. Mereka tak hanya menjaga jalur pendakian, tetapi juga menjadi penghubung antara alam dan manusia lewat berbagai upacara seperti labuhan dan sedekah bumi. Salah satu yang terkenal adalah Mbah Darmo, yang dikenal sering memberi wejangan pada para pendaki yang hendak naik Lawu.

3. Ranger dan Relawan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Tidak semua penjaga gunung bersifat spiritual atau tradisional. Di Gunung Gede Pangrango, yang merupakan bagian dari Taman Nasional di Jawa Barat, terdapat banyak ranger atau penjaga resmi dari pemerintah yang bertugas memantau kondisi lingkungan, memberi edukasi pada pendaki, serta melakukan patroli rutin. Mereka bekerja sama dengan relawan pecinta alam untuk mengelola jalur pendakian, mengawasi kebersihan, dan menjaga flora dan fauna endemik yang hidup di kawasan tersebut.

4. Penjaga Gunung Rinjani – Lombok, NTB

Gunung Rinjani bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga tempat yang sakral bagi masyarakat Sasak dan Bali. Setiap tahun, dilakukan ritual Mulang Pekelem, yaitu persembahan di Danau Segara Anak. Para penjaga gunung di kawasan ini terdiri dari petugas Balai Taman Nasional Rinjani dan masyarakat lokal yang menjadi porter atau pemandu. Mereka memiliki peran ganda, menjaga alam sekaligus melestarikan adat. Banyak dari mereka yang juga memberi edukasi kepada wisatawan agar tidak merusak lingkungan.

5. Relawan Gunung Semeru – Lumajang, Jawa Timur

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, juga memiliki banyak relawan yang berjaga, terutama dari komunitas pendaki. Mereka membantu pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dalam mengatur arus pendaki, evakuasi saat erupsi, dan menjaga kebersihan kawasan. Sosok seperti relawan senior Kadek dari komunitas pendaki Semeru kerap menjadi tokoh penting di lapangan, memberikan pengarahan dan berbagi pengalaman kepada para pendaki pemula.


Kesimpulan

Para penjaga gunung, baik yang bekerja secara formal, adat, maupun sukarela, memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pegunungan dan keselamatan manusia. Mereka bukan hanya penjaga fisik, tapi juga penjaga nilai-nilai kearifan lokal dan spiritualitas yang terkandung dalam gunung-gunung Indonesia. Tanpa mereka, gunung bukan hanya kehilangan penjaganya, tetapi juga kehilangan jiwanya. Maka sudah sepatutnya kita menghormati dan mendukung peran para penjaga ini dalam setiap langkah pendakian dan kunjungan ke alam bebas.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *